Jangan Sampai Nyesel! 5 Hal Wajib Dibahas Sebelum Naik Pelaminan
Hai, calon pengantin! Udah deg-degan mikirin hari H? Pasti lagi sibuk banget ya urus ini itu. Tapi, jangan sampai lupa nih, di balik serunya persiapan pernikahan, ada beberapa hal penting yang wajib banget kalian obrolin sama calon pasangan. Biar apa? Biar nggak ada 'drama' setelah nikah! Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Urusan Keuangan: Dompet Kita, Dompet Bersama?
Ini nih yang sering jadi bom waktu. Sebelum janji suci terucap, bicarain dulu soal keuangan. Siapa yang pegang kendali? Gimana cara ngatur pengeluaran bulanan? Tabungan buat masa depan gimana? Apakah akan ada rekening bersama? Atau tetap punya rekening masing-masing? Jangan malu buat ngomongin ini secara terbuka, ya. Biar nggak ada yang merasa 'dirugikan' di kemudian hari.
Contohnya gini, si A lebih suka hemat dan investasi, sementara si B lebih boros dan suka self-reward. Nah, kalau nggak dibicarain dari awal, bisa berantem tiap bulan gara-gara beda prinsip!
2. Rencana Momongan: Kapan, Berapa, dan Bagaimana?
Soal anak, ini juga krusial. Mau langsung punya momongan setelah nikah? Atau mau honeymoon dulu keliling dunia? Pengen punya berapa anak? Gimana cara mendidiknya? Semua ini perlu dibicarakan matang-matang. Ingat, punya anak itu komitmen seumur hidup, lho!
Mungkin salah satu pihak punya masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kesuburan. Lebih baik terbuka dari awal daripada menyesal di kemudian hari. Kalau perlu, konsultasikan ke dokter kandungan bersama-sama.
3. Pembagian Tugas Rumah Tangga: Jangan Sampai Ada yang Merasa Jadi Pembantu!
Zaman sekarang, nggak ada lagi yang namanya tugas rumah tangga cuma buat istri. Suami juga wajib ikut andil! Siapa yang masak? Siapa yang nyuci? Siapa yang beresin rumah? Bikin kesepakatan yang adil dan disetujui bersama. Ingat, pernikahan itu tim, bukan kompetisi!
Misalnya, si A lebih jago masak, tapi si B lebih telaten beres-beres. Ya udah, bagi aja tugasnya sesuai keahlian masing-masing. Atau, kalau sama-sama sibuk kerja, bisa pertimbangkan buat pakai jasa asisten rumah tangga.
4. Hubungan dengan Keluarga Besar: Batasan yang Jelas itu Penting!
Menikah itu bukan cuma menyatukan dua orang, tapi juga dua keluarga. Penting banget buat ngebahas soal batasan-batasan dengan keluarga besar. Seberapa sering harus berkunjung ke rumah orang tua? Apakah mertua boleh ikut campur urusan rumah tangga? Jangan sampai ada yang merasa 'terjajah' oleh keluarga pasangan!
Misalnya, si A pengen tiap minggu jenguk orang tua, sementara si B pengennya sebulan sekali aja. Nah, cari jalan tengahnya gimana? Mungkin bisa disepakati dua minggu sekali, atau bergantian antara keluarga A dan keluarga B.
5. Tujuan Hidup dan Karir: Satu Visi, Satu Misi?
Terakhir, tapi nggak kalah penting, bicarain soal tujuan hidup dan karir masing-masing. Apakah kalian punya visi yang sama tentang masa depan? Apakah kalian saling mendukung karir masing-masing? Jangan sampai pernikahan menghambat mimpi-mimpi kalian!
Mungkin salah satu pihak punya ambisi besar dalam karir, sementara yang lain lebih fokus pada keluarga. Nah, gimana cara menyeimbangkan keduanya? Mungkin bisa dinegosiasikan, misalnya, si A fokus karir selama beberapa tahun, lalu giliran si B yang fokus karir setelah punya anak.
Intinya, komunikasi itu kunci! Jangan takut buat ngobrolin hal-hal sulit. Lebih baik berantem kecil sebelum nikah daripada berantem besar setelah nikah, kan? Semoga persiapan pernikahan kalian lancar dan bahagia selalu!
Oh iya, jangan lupa juga cek artikel menarik lainnya di blog ini ya! Ada banyak tips dan trik seputar pernikahan dan hubungan yang bisa kalian dapetin. Klik di sini untuk membaca artikel lainnya!